BBM naik tinggi, susu tak terbeli...
Tinggal beberapa waktu lagi harga bensin akan naik. Om SBY bilang kalo kenaikan tersebut hanya akan berpengaruh pada pengeluaran 'orang kaya' saja, mengingat sebagian besar yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar untuk kendaraan maupun pabrik biasanya adalah orang kaya.
Perkataan yag naif kan ;)
Siapa pun tahu kalau BBM naik, semua harga kebutuhan sehari-hari juga akan naik. Tidak hanya orang kaya saja yang akan merasakan hal tersebut. Orang miskin juga tetap akan merasakan kenaikan harga tersebut, walaupun tidak secara langsung. Mereka kan beli sabun mandi dari perusahaan besar yang tentu saja akan menaikkan harganya karena ongkos poduksi dan distribusinya naik.
Dari hasil wawancara terhadap seorang tokoh masyarakat, berhasil dicatat suatu hal yang konyol.
xxx: eh
xxx: kenapa premium yg naek yah?
xxx: mending tanggung pertamax sama yg plus aja mahalin
xxx: mahalin abis2an
xxx: toh yg beli yg pake mobil mewah
xxx: ga kerasa berat
Hayo, kenapa coba..
Sesekali muncul sebuah iklan 'layanan masyarakat' di tivi yang tampaknya memutarbalikkan kenyataan ini. Kemana sih lembaga2 pengawas iklan? kok tidak bertindak terhadap iklan pembodohan masyarakat kaya' gini.
Kata babe gue:
"wahai anakku sayang, lihatlah... bertambahnya usiamu... ditandai BBM melambung tinggi.
Maafkan kedua orang tuamu kalau... tak mampu beli... beli....yang pasti ga akan beli susu buatmu !!!"
Walaupun tulisan ini cuma bisa mengkritik, tapi masih lebih baik daripada tidak ada kritik sama sekali. Hehe.
Solusi?
Kalau tujuan pemerintah menaikkan harga BBM adalah untuk mengurangi subsidi, sebenarnya kan bisa ambil jalan lain. Salah satu contoh jalan lain misalnya potong anggaran foya2 pejabat (baju dinas, perjalanan dinas, jamuan dinas, dan apapun yang memakai embel2 "dinas" di belakangnya). Kalo perlu semua perjalanan dinas diganti dengan chat via Y!M (komputer + internet kan jauh lebih murah). Belum cukup? Jual beberapa pulau, daripada nggak keurus. Masih belum cukup? Yah, berarti hasil pemotongan tadi udah dikorupsi lagi. Tidak ada jalan lain, selain generation cut, pecat semua orang di dinas2 pemerintahan (sebagian besar masuk aja dengan KKN, gimana mau nggak KKN lagi seterusnya), ganti dengan yang baru dengan proses rekrutmen yang diawasi ketat.
Begitulah impian konyol kami, harap dimaafkan dan diterima pikiran bodoh ini apa adanya.
Selamat malam.
Merdeka!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home